liza's posts with tag: niat

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Blog EntryMengapa kita hanya berhenti di niat?May 31, '08 11:59 AM
for everyone

Segala perilaku kita adalah format kehendak kita. Demikianlah kita menjalani hidup. Begitu juga dalam melakoni agama kita. Amal shalih perilakunya, sedang niat yang ikhlas adalah kehendaknya. Amal shalih tanpa ikhlasnya niat akan sia-sia. Sebagaimana niat baik tanpa wujud amal hanya omong kosong belaka. Karenanya, tuntutan beramal shalih sama besarnya dengan tuntutan berkehendak.

Tapi kehendak dan niatan-niatan itu tak selamanya segar. Kadang layu, bahkan mati. Itu sebabnya, inisiatif yang berkesinambungan menjadi syarat mutlak bagi kesegaran niatan-niatan dan amal shalih itu.

(dicuplik dari salah satu edisi majalah Tarbawi tahun 2001 (kalo gak salah) dengan tema Waspadai Matinya Inisiatif Beramal)

Kita sudah niat mau bangun di sepertiga malam, mo Qiyamul Lail. Alarm bunyi, diliat, pencet tombol turn off. Pulas lagi. Bangun-bangun adzan subuh. Itu masih bagus, kadang bablas sampai jam 5. Kalo masih ingat niat semalam, pencetnya Snooze , alarm akan bunyi 9 menit lagi. Bunyi lagi, snooze lagi, baru sadar kalo sudah adzan subuh. Kenapa susah sekali untuk bangun? Tidur kemalaman, kecapeankah? Mungkin kecapean, tapikan gak tiap hari juga kita kecapean. Tidur kemalaman pun tidak pantas dijadikan alasan. Ada kok yang cuma tidur 3 jam, tapi bisa bangun untuk shalat malam. Kenapa? Karena niatnya, tekadnya kuat untuk bangun. Kalo tekadnya kuat, sebelum alarm bunyi pun udah bangun, jadi alarmnya yang kesiangan Tapi mengapa kejadian itu begitu 'langka'? Mungkin seperti topik di tarbawi tadi, niat kita sudah layu, inisiatif beramal sudah mati, jadinya hanya omong kosong. Astaghfirullah al azhim.

Begitu juga tilawah. Habis subuh tilawahnya dikit, alasannya pagi-pagi repot, terburu-buru ke kantor. Zuhur, ashar lagi di kantor, susah cari waktunya. Maghrib, baru sampai rumah, laper, habis shalat langsung makan, lupa tilawah. Ba'da isya, godaannya lebih banyak lagi. Padahal habis subuh kalau menyediakan waktu 1/2 jam saja, dapet tuh 1/2 juz. Zuhur, ashar bolehlah absen. Hmm... pembelaan diri. Tapi masa sih istirahat sejam cuma buat shalat, makan, ngobrol, nge-game, online (eh itu udah banyak ya aktivitasnya) Tapi kalo diniatin bisa kok baca selembar, sehalaman. Habis maghrib baca 1-2 lembar gak bakal bikin cacingnya ngamuk. Habis isya, jangan langsung nangkring depan tv nontonin acara yang gak jelas, nangkring depan komputer, baca buku, tapi qurannya bisa dibaca dulu.

Berarti peluang beramal sebenarnya banyak. Dari sekian banyak kesempatan yang ada, mana yang kita manfaatkan untuk menambah amalan? Kenapa bulan Ramadhan amalan kita bisa (sangat) bagus? Karena setannya dirantai? Yang merantaikan amalan kita sendiri, jadi mengapa tidak kita rantai setan itu setiap hari sehingga kita bisa melaksanakan niat baik yang sudah dicetuskan. Yuk...


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help