liza's posts with tag: bus

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Blog EntryRoad to BukittinggiOct 10, '08 12:13 PM
for everyone
Udah hampir sebulan perjalanan pulang ke Bukittinggi, tapi rencana posting mengenai ini tertunda terus.
Aku berangkat hari Sabtu tgl 27 Sept, pke bus. Akhirnya naik bus lagi setelah 4 tahun. Karena ngambil tiket bus SE, aku sudah membayangkan kondisi bus yang nyaman, kursi yg besar, jarak antarbangku lapang, bantal, selimut, tv. Ternyata bus SE sekarang beda dg dulu. Sebenarnya dulu juga gak pernah naik bus SE, tapi setidaknya aku tau fasilitasnya Kursinya tetap lapang, lega, tapi jarak antarbangku dipersempit karena pihak bus menambah  2 baris bangku lagi (biar muat lebih banyak penumpang). Tetap ada selimut n bantal, AC ok, tapi no tv. Sayangnya kunci kursiku macet. Kalau aku dorong ke belakang, itu gak kekunc, Lama-kelamaan akan maju dg sendirinya. Sandarannya tegak lagi deh Adikku bilang, aku kekurangan berat badan buat nahan sandarannya. Soalnya kalo yg duduk rada berat, sandarannya tetap rebah
Jadwal bus berangkat jam 11, harus lapor jam 10. Jam 9.15 berangkat dari rumah, Matraman-Rawamangun kan dekat. Karena semenjak ada Busway, di Pramuka gak bisa putar balik lagi, biasanya mobil putar balik di gang Kelor. Sopir taksi udah pada tau, jadi kita gak ngingetin lagi. Tapi begitu sampai di gang Kelor, bablas, dia lurus aja. Aku pikir bakal lewat stasiun Jatinegara. Eh gak juga. Malah ke arah Kampung Melayu, masuk Rawabunga, tembus2 di Bypass. Sungguh pilihan rute yg gak lazim, bayarnya jadi 2x lipat .
Jam 11 kurang bus udah jalan dari Rawamangun, mampir ke pull-nya dulu. Dari sana berangkat menjelang jam 12. Jam setengah tiga udah masuk pelabuhan Merak. Karena hari itu waktu mudik yg dipilih banyak orang, jadilah ramai sekali. Baru dapat kapal buat nyebrang pas adzan maghrib. Untung ferinya bagus, baru renovasi kayaknya, besar pula. Di lantai paling atas ada mushalla. Ini biasa dan pasti ada di setiap feri. Waktu Isya masuk, adzan dikumandangkan lewat pengeras suara, terus shalat berjamaah. Ini agak biasa Gak banyak kapal yg menyelenggarakan shalat berjamaah, biasanya antarpenumpang saja. Ternyata adzan maghrib yg kami dengar tadi berasal dari kapal, kirain dari pelabuhan. Eh, setelahnya ada shalat tarawih berjamaah!!! Ini baru pertama kali aku alami. Waktu masih kuliah dan selalu naik feri, gak pernah nemu yg begini. Alhamdulillah, perjalanan jadi berasa lebih nyaman n aman.
Ngantri di Merak (plus 1 jam di laut) cukup mengganggu jadwal bus. Jadinya kami baru berhenti lagi jam 12 malam. Makan buka puasa sekalian sahur. Alhamdulillah perjalanan setelah itu lancar, tapi suka berhenti sih, nungguin teman2nya bikin konvoi. Alhasil sampai di Bukittinggi Senin dinihari jam 3.

Blog EntryPagi yang MelelahkanMay 29, '08 12:15 AM
for everyone

Semuanya berawal dari Bank Permata yang memindahkan mesin atm-nya dari Plaza Pondok Gede. Jadinya sepanjang perjalananku berangkat dan pulang kerja gak ketemu atm Permata sama sekali

Pagi ini rencananya mau berangkat lebih awal jam 6.15, mo ke atm dulu, transfer uang pendaftaran training. Seperti biasanya pagi-pagi mondar-mandir gak karuan, aku baru berhasil berangkat setengah tujuh. Jalan ke halte bus, busnya datang, naik, sampai di Arion, masuk ke ruang atm, transfer uang, keluar, jalan lagi ke halte. Masih lancar Itu udah jam 7. Tunggu-ditunggu, bus P98 incaranku belum datang juga. Ke by pass dulu aja, pikirku, biar bisa naik P9 juga (bus langganan). Akhirnya aku naik P64 karena dia yg duluan lewat. Alamak!!! Jalannya layak keong, lelet banget. Aku sebel sendiri. Setelah perjalanan yang lamaaaa sekali, akhirnya sampai di perempatan Pramuka-Pemuda, aku turun terus nunggu P9 atau P98, mana yang duluan aja, gak milih-milih nih. Itu udah jam 7.25. Masalah bmasih berlanjut, kedua bus itu gak ada juga. Setelah berkali-kali lampu merah dan hijau di Pramuka menyala, aku melihat P9 datang. Alhamdulillah bisa berangkat nih. Itu pikiranku. Ternyata busnya masuk jalur busway yang belum digunakan. Aku melambai-lambaikan tangan menyetop bus, kondekturnya malah suruh aku ikut yang belakang. Berarti ada 2 bus dekatan. Aku liat bus berikutnya datang dari arah Pramuka. Tapi... ini pun lewat jalur busway. Wah busnya kejar-kejaran nih, berebut duluan nyampe Pinang Ranti. Aku cuma bisa melihat bus melaju dan kondekturnya yang melihatku cuma tertawa karena dengan posisi itu busnya memang sulit berhenti, dan aku pun gak mungkin nyebrang, lalu lintas lagi ramai. Catatan: kondektur bus P9 bisa hafal dengan penumpangnya karena pagi hari penumpang arah Pondok Gede gak banyak, dan itu-itu aja. Saat itu aku gak berani liat jam, ini sudah pukul berapa.

Gak mau ditinggal bus lagi, aku memutuskan jalan kaki ke halte Utan Kayu. Nunggu bus di halte memang lebih aman. Naik P9 sangat gak mungkin karena bus berikutnya pasti lamaaaaa sekali. P98 masih ada harapan, cuma gak tau lewatnya kapan. Aku berpikir naik bus ke UKI aja, lebih pasti walau lebih lama. Bus 57 berhenti di halte, di lampu merah Utan Kayu ada bus lagi, cuma aku gak bisa liat nomornya. Pas ditanya sama kondektur 57 katanya P98, syukurlah. Aku gak perlu ke UKI. Tiba-tiba kondekturnya ngeralat, itu P17A katanya. Naiklah aku ke 57, tapi dengan separuh hati. Setelah duduk, aku berdiri lagi dan ngeliat ke belakang, lampu hijau menyala, bus yang di belakang mendekat, P98!!!! Alhamdulillah. Aku langsung turun dari 57 dan naik P98. Itu jam 7.55. Begitu bus sampai Garuda, aku turun. Kok macet?!?! Aku jalan kaki dan baru naik angkot pas kulihat kendaraan di situ mulai melaju, bukan merambat. Syukurlah macetnya cuma sampai rumah sakit haji, setelah itu bablas, supirnya pun ngebut. Demi memperkecil keterlambatan, sampai di pasar Pondok Gede aku nyambung naik ojek. Dan berhasil sampai di kantor jam 8.30, parahkan dengan jam kantor yang jam 8.00. dapat surat tilang deh


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help