liza's posts with tag: amalan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Blog EntryAku ingin Ramadhan-ku ....Sep 1, '08 11:14 AM
for everyone
1 hari Ramadhan sudah berlalu. Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan sampai ke bulan Ramadhan ini. Aku ingin ....
1. melaksanakan ibadah shaum dengan hati yang ikhlas dengan memerhatikan sunnah-sunnahnya. Menghiasi Ramadhan dengan shalat tarawih, memperbanyak tilawah, zikir, doa serta sedekah.
2. meningkatkan kualitas amalan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
3. menjadikan Ramadhan sebagai bulan taubat dengan memperbanyak istighfar dan taubat pada-Nya.
4. menjadikan Ramadhan sebagai bulan pendidikan dan dakwah.
5. mengambil keberkahan Ramadhan semaksimal mungkin.
6. ....
Semoga Ramadhan tahun ini dapat lebih bermakna, lebih berkah, lebih berprestasi. Amiin...




Blog EntryWaktuAug 5, '08 11:31 PM
for everyone

Kok gak terasa ya? Rasanya belum begitu lama aku pindah ke Jakarta. Aku gak bilang, rasanya baru kemarin, terlalu didramatisir  Waktu itu adik sepupuku masih SD, sekarang dia udah mau kuliah, lagi sibuk daftar ulang di kampus barunya.

Bertahun-tahun berlalu berlalu. Apa yang berubah dalam rentang waktu itu? Apa yang terjadi dalam rentang waktu itu? Bekal apa yang sudah aku kumpulkan selama itu? Seberapa banyak tabunganku. Tabungan untuk hidup di dunia yang unpredictable ini, apalagi untuk di akhirat yang kekal nanti. Koleksi berlian sudah sebanyak apa (emang ada?!) Rekeningnya sudah seberapa gemuk? Apa saja amal nyata yang sudah kulakukan? Seberapa bermanfaatnya aku bagi orang-orang di sekitarku? Sudahkah membahagiakan orang tua dan orang-orang terdekat? Bagaimana kualitas dan kuantitas amalanku?

Intinya, adakah waktu yang berlalu ini aku manfaatkan dengan baik? Karena  waktu sangat istimewa dan berharga. Ia cepat berlalu dan tak pernah kembali. Saatnya untuk  muhasabah nih. Muhasabahkan tidak harus nunggu ulang tahun, tahun baru, ramadhan, dan idul fitri. Bisa dan harus dilakukan setiap saat. Muhasabah diri bahan untuk memperbaiki diri.


Blog EntryMengapa kita hanya berhenti di niat?May 31, '08 11:59 AM
for everyone

Segala perilaku kita adalah format kehendak kita. Demikianlah kita menjalani hidup. Begitu juga dalam melakoni agama kita. Amal shalih perilakunya, sedang niat yang ikhlas adalah kehendaknya. Amal shalih tanpa ikhlasnya niat akan sia-sia. Sebagaimana niat baik tanpa wujud amal hanya omong kosong belaka. Karenanya, tuntutan beramal shalih sama besarnya dengan tuntutan berkehendak.

Tapi kehendak dan niatan-niatan itu tak selamanya segar. Kadang layu, bahkan mati. Itu sebabnya, inisiatif yang berkesinambungan menjadi syarat mutlak bagi kesegaran niatan-niatan dan amal shalih itu.

(dicuplik dari salah satu edisi majalah Tarbawi tahun 2001 (kalo gak salah) dengan tema Waspadai Matinya Inisiatif Beramal)

Kita sudah niat mau bangun di sepertiga malam, mo Qiyamul Lail. Alarm bunyi, diliat, pencet tombol turn off. Pulas lagi. Bangun-bangun adzan subuh. Itu masih bagus, kadang bablas sampai jam 5. Kalo masih ingat niat semalam, pencetnya Snooze , alarm akan bunyi 9 menit lagi. Bunyi lagi, snooze lagi, baru sadar kalo sudah adzan subuh. Kenapa susah sekali untuk bangun? Tidur kemalaman, kecapeankah? Mungkin kecapean, tapikan gak tiap hari juga kita kecapean. Tidur kemalaman pun tidak pantas dijadikan alasan. Ada kok yang cuma tidur 3 jam, tapi bisa bangun untuk shalat malam. Kenapa? Karena niatnya, tekadnya kuat untuk bangun. Kalo tekadnya kuat, sebelum alarm bunyi pun udah bangun, jadi alarmnya yang kesiangan Tapi mengapa kejadian itu begitu 'langka'? Mungkin seperti topik di tarbawi tadi, niat kita sudah layu, inisiatif beramal sudah mati, jadinya hanya omong kosong. Astaghfirullah al azhim.

Begitu juga tilawah. Habis subuh tilawahnya dikit, alasannya pagi-pagi repot, terburu-buru ke kantor. Zuhur, ashar lagi di kantor, susah cari waktunya. Maghrib, baru sampai rumah, laper, habis shalat langsung makan, lupa tilawah. Ba'da isya, godaannya lebih banyak lagi. Padahal habis subuh kalau menyediakan waktu 1/2 jam saja, dapet tuh 1/2 juz. Zuhur, ashar bolehlah absen. Hmm... pembelaan diri. Tapi masa sih istirahat sejam cuma buat shalat, makan, ngobrol, nge-game, online (eh itu udah banyak ya aktivitasnya) Tapi kalo diniatin bisa kok baca selembar, sehalaman. Habis maghrib baca 1-2 lembar gak bakal bikin cacingnya ngamuk. Habis isya, jangan langsung nangkring depan tv nontonin acara yang gak jelas, nangkring depan komputer, baca buku, tapi qurannya bisa dibaca dulu.

Berarti peluang beramal sebenarnya banyak. Dari sekian banyak kesempatan yang ada, mana yang kita manfaatkan untuk menambah amalan? Kenapa bulan Ramadhan amalan kita bisa (sangat) bagus? Karena setannya dirantai? Yang merantaikan amalan kita sendiri, jadi mengapa tidak kita rantai setan itu setiap hari sehingga kita bisa melaksanakan niat baik yang sudah dicetuskan. Yuk...


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help